Sumatra Selatan,SKI – Beberapa waktu lalu Sumatra Selatan dihebohkan beredarnya kabar dari berbagai situs sosial media dan group WhatsApp mengabarkan adanya pemindahan ratusan Artefak dan barang arkeologi yang berada di kantor Brin sumatra selatan (dulu balai arkeologisumsel) dijalan kancil putih palembang ke cibinong Bogor, hal ini menuai kontroversi dan kecaman dari berbagai kalangan, terutama para budayawan,tokoh adat dan pemerhati benda bersejarah. Selasa 11 Juni 2024.
Saat awak media menghubungi sumber sumber terpercaya dari beberapa tokoh adat dan budayawan Sumatra Selatan mereka membenarkan peristiwa pemindahan pemindahan ratusan Artefak dan barang arkeologi kebogor,
Mereka mengecam keras peristiwa tersebut yang dinilai tidak ada koordinasi terlebih dahulu terhadap pemerintah Sumatra Selatan baik itu gubernur walikota dan perintah setempat termasuk para tokoh adat dan budayawan sehingga menimbulkan kegaduhan atas peristiwa tersebut.
Mereka menilai tindakan tersebut terkesan arogan pasalnya pemindahan ratusan Artefak dan barang arkeologi itu tidak diketahui para pihak dan tidak disertai dokumen resmi baik surat pemberitahuan maupun tembusan hal tersebut sangat di sayangkan oleh banyak kalangan.
Beberapa pemangku kebijakan tertinggi di Sumatra Selatan saat di konfirmasi oleh sumber terpercaya mengaku tidak mengetahui peristiwa itu, dan berjanji akan menindak lanjuti segera prihal tersebut dan akan mengabarkan kembali hasil koordinasi setelah beberapa hari kemudian.
Di lain sisi RS pemerhati sejarah sumsel sekaligus tokoh adat daerah sumatera selatan menyampaikan “Kami akan menindak lanjuti kejadian tersebut dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan menurut kami mereka seakan akan tidak menganggap adanya pemerintahan di Sumatra Selatan, hal tersebut didasari tidak adanya koordinasi dengan pemerintah Sumatera Selatan baik secara bersurat maupun secara lisan dengan datang langsung.
Perlu diketahui barang barang tersebut harus di kembalikan lagi ke Sumatra Selatan karena barang barang tersebut adalah milik rakyat Sumatra Selatan dan harus tetap dijaga dan dirawat di Sumatra Selatan tidak boleh berada di tempat lain. ujarnya.
Kemudian kami juga akan melakukan tindakan lebih bila mana barang barang tersebut tidak dikembalikan, kami akan mendatangi kantor kantor pemerintah melakukan aksi unjuk rasa sebab kami menduga pemindahan ratusan Artefak dan barang arkeologi Sumatra selatan kebogor ini adalah upaya untuk menghilangkan jejak sejarah atau merampas aset peninggalan Sumatera Selatan, dan bilamana ditemukan unsur-unsur penyalahgunaan wewenang atau perbuatan melawan hukum yang merugikan serta dinilai menguntungkan diri pribadi kelompok ataupun golongan kami akan melakukan upaya hukum. Jelasnya.
Iya juga berharap pemerintah Kabupaten dan provinsi segera melakukan koordinasi serta tindakan agar barang-barang tersebut kembali ke Sumatera Selatan dan dirawat serta dilestarikan agar generasi generasi berikutnya bisa mengetahui cara sejarah Sumatera Selatan. Tutupnya.
(Editor Dharmawan SE/Pers Jhon/Publisher – Red)
![]()











