Momen Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah Resmikan Majelis Nur Muhammad

BATURAJA, SKI – Dalam suasana malam yang penuh keberkahan, para jamaah memadati Lorong Kembar Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan pada Senin malam (08/09/2025). Acara yang diselenggarakan sekira pukul 20.00 WIB ini menggabungkan dua momentum besar yakni Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan sekaligus Peresmian Majelis Nur Muhammad.

Ratusan jamaah majelis dan warga masyarakat sekitar sudah tampak antusias datang berbondong-bondong.Mereka hadir dengan penuh semangat cinta kepada Rasulullah SAW dan rasa syukur atas berdirinya wadah keagamaan baru di wilayah mereka.

Peringatan Maulid Nabi kali ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan juga simbol kebangkitan syiar Islam di wilayah lorong kembar kemiling yang kedepan akan menjadi desa definitif yakni Desa Kemilau Baru, dengan berdirinya Majelis Nur Muhammad sebagai pusat pembinaan rohani dan pengajian Islam.

Acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat, dilanjutkan dengan dzikir dan sholawat bersama para jamaah majelis. Alunan sholawat menggema dari bibir para hadirin, menghadirkan suasana spiritual yang mendalam.

Dalam bagian tilawah Al-Qur’an, tiga qori terbaik memukau para hadirin. Ustadz Harjani Alhafidz, qori berprestasi tingkat provinsi, membuka dengan lantunan merdu.

Kemudian dilanjutkan oleh dua qori cilik berbakat: Azam Almughi dan Reni, yang membuat para jamaah terharu atas semangat generasi muda dalam mencintai Al-Qur’an.

Ketua Panitia, Adv. Susanto, S.H., M.H., CTA, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya acara yang penuh berkah ini.

Dalam kesempatannya, beliau menyampaikan bahwa Majelis Nur Muhammad bukan hanya tempat berkumpul, tapi tempat menyambung hati kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah rumah dakwah, rumah cinta, dan rumah ilmu.

Selanjutnya, Ustadz Muhammad Ghufron Afif, sebagai pendiri sekaligus pembina Majelis Nur Muhammad, memberikan sambutan yang penuh haru.

Beliau menyampaikan bahwa majelis ini dibentuk bukan untuk mencari nama, melainkan untuk mencari ridha Allah dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Majelis ini adalah bentuk kecintaan kami kepada Rasulullah SAW. Semoga menjadi tempat tumbuhnya iman dan akhlak umat,” ujar Ustadz Ghufron dalam sambutannya.

Kehadiran Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, menambah semarak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan Peresmian Majelis Nur Muhammad. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam mendirikan majelis sebagai pusat pendidikan dan dakwah.

“Ini bukti bahwa masyarakat OKU cinta agama. Saya harap Majelis Nur Muhammad dapat menjadi cahaya Islam di tengah masyarakat,” ujar Bupati.

Sambutan dari para tokoh tersebut disambut takbir yang penuh hangat oleh para hadirin. Keakraban antara masyarakat dan pemerintah tampak terasa dalam suasana acara yang hangat dan bersahaja.

Acara kemudian diisi dengan penampilan hadroh dari grup Az-Zahir SMA Taruna, yang merupakan juara harapan 3 tingkat Kabupaten OKU. Irama hadroh yang menggema menambah semangat cinta Rasul.

Gema “Shollu ‘alan Nabi” bergema dari panggung hingga ke lorong-lorong rumah warga, menunjukkan cinta yang mendalam kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Ustadz H. Muhammad Teguh, S.Ag., M.Pd.I, hadir sebagai penceramah utama malam itu. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Modern”.

Beliau menekankan pentingnya membangun keluarga dan masyarakat yang berakhlak mulia, dengan menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan.

“Kalau kita ingin hidup tenang, rezeki lancar, rumah tangga damai, kuncinya ada pada cinta dan akhlak kepada Nabi SAW,” tegas Ustadz Teguh dalam tausiyahnya.

Jamaah tampak serius menyimak setiap pesan yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang menitikkan air mata saat Ustadz Teguh mengajak untuk memperbanyak sholawat dan introspeksi diri.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh penceramah Ustadz M.Teguh, yang menggetarkan hati. Doa keselamatan, keberkahan, dan keistiqomahan dipanjatkan bersama-sama oleh seluruh jamaah majelis yang di undang dari berbagai wilayah di Kabupaten OKU.

Puncak acara adalah momen yang ditunggu-tunggu, yaitu peresmian Majelis Nur Muhammad. Dengan mengucapkan “Bismillah” dan takbir, Bupati OKU memotong tumpeng sebagai simbol diresmikannya Majelis Nur Muhammad. Meskipun sempat diguyur hujan deras, namun acara tetap berjalan dengan penuh makna dalam suasana religius.

Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada pendiri majelis, lalu kepada tokoh masyarakat, sebagai simbol keharmonisan dan kebersamaan.

Acara berlangsung dengan penuh tertib, damai, dan mengharukan. Panitia juga menyediakan konsumsi dan pelayanan yang ramah, menambah kenyamanan para tamu undangan.

Semangat kebersamaan, cinta kepada Nabi SAW, dan semangat berdakwah terasa menyatu dalam acara malam itu. Majelis Nur Muhammad kini resmi menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual warga masyarakat OKU.

Diharapkan, dengan peresmian ini, kegiatan-kegiatan seperti pengajian rutin, pembinaan remaja, pelatihan tilawah, dan pembacaan sholawat akan terus digalakkan di Majelis Nur Muhammad.

Media Liputan4.com mengapresiasi kegiatan ini sebagai contoh teladan sinergi masyarakat dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak, dan religius.

Semoga Majelis Nur Muhammad menjadi cahaya yang menerangi hati umat, membina generasi, dan memperkuat nilai-nilai Islam di tengah derasnya arus zaman.(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *