Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah Paviliun Hemodialisis RSUD Daud Arif, Minta Transparansi dari Pihak Rumah Sakit

KUALATUNGKAL, Suarakeadilanindonesia.id – Sejumlah warga yang bermukim di sekitar RSUD Daud Arif Kualatungkal mulai mempertanyakan alur dan sistem pembuangan limbah dari paviliun unit hemodialisis rumah sakit tersebut. Kekhawatiran publik muncul setelah dugaan bahwa limbah medis cair dari aktivitas layanan hemodialisis mengalir tanpa pengelolaan yang memadai.

Warga menyebut, jika limbah tersebut tidak diolah sesuai standar, maka berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Apalagi, area permukiman berada tidak jauh dari lokasi fasilitas kesehatan itu.

“Kami hanya ingin kejelasan. Limbah medis tidak bisa dianggap sepele, apalagi kalau langsung berdampak ke masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Daud Arif belum memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme pengelolaan limbah paviliun hemodialisis. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada Direktur Utama RSUD Daud Arif pada Kamis (27/11/2025) pagi juga belum mendapat jawaban.

Situasi ini mendapat perhatian serius dari masyarakat, mengingat limbah medis merupakan kategori limbah berbahaya yang wajib ditangani dengan standar khusus, termasuk proses penampungan, pemilahan, hingga pemusnahan.

Warga berharap pihak rumah sakit segera memberikan klarifikasi lengkap serta menunjukkan langkah konkret dalam memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai prosedur. Selain untuk menjamin keselamatan warga sekitar, transparansi ini juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan RSUD Daud Arif.  (Andi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *