Dikejar Waktu, PAMSIMAS 2025 di Kuala Betara Ditarget Rampung 10 Hari Lagi

Kuala Tungkal,  Suarakeadilanindonesia.id – Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan di Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), mengalami keterlambatan penyelesaian dari jadwal yang telah direncanakan.

Program yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini dilaksanakan melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Jambi serta Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi. Kontrak pekerjaan dengan nomor 01/PKS-PAMSIMAS/C/6.5.3/2025 ditandatangani pada 29 Agustus 2025.

Proyek PAMSIMAS tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp500 juta, dengan ketentuan Biaya Operasional (BO) maksimal 4 persen serta kontribusi Badan Pengelola Masyarakat (BPM) sebesar Rp1.950.000. Pelaksanaannya mencakup empat komponen utama, yakni pembangunan Sarana Prasarana Air Minum (SPAM), peningkatan kapasitas masyarakat, promosi kesehatan masyarakat, serta pembentukan Badan Otonom Fasilitas (BOF) yang dikelola oleh kelompok masyarakat.

Direncanakan berlangsung selama 120 hari kerja, proyek ini dilaksanakan secara swakelola tipe IV oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sumber Barokah. Program tersebut bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum layak sekaligus mendorong kemandirian warga dalam pengelolaan dan pemeliharaan sarana air bersih.

Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah kendala dihadapi di lapangan. Ketua RT setempat menyebutkan bahwa faktor cuaca dan kondisi akses jalan menjadi penyebab utama keterlambatan pekerjaan. Intensitas hujan yang tinggi serta medan jalan yang sulit dinilai memperlambat proses pengiriman material ke lokasi proyek.

“Musim hujan dan akses jalan cukup memakan waktu, terutama saat distribusi material. Tapi pekerjaan masih terus berjalan,” ujarnya, Jumat (02/01/2025).

Meski mengalami keterlambatan, pihak pelaksana menargetkan proyek PAMSIMAS di Desa Suak Labu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari ke depan, apabila kondisi cuaca dan distribusi material berjalan lancar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keterlambatan serupa juga terjadi pada kegiatan PAMSIMAS di wilayah kecamatan seberang kota lainnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.

Masyarakat berharap proyek tersebut dapat segera rampung dan berfungsi optimal, mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan warga dalam menunjang aktivitas sehari-hari.  (Andi/Tim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *