Akses Jalan di Portal, Warga Mengeluh Kecewa

OKU, ski  – Pemortalan jalan akses keluar masuk warga RT 03, Dusun II Kibang, Desa Terusan, Kabupaten OKU ke jalan Provinsi cor beton Batu Kuning, menuai kontra serta keluhan kecewa dari warga.

Menurut informasi, pemasangan portal jalan yang bertuliskan “Stop Mobil Truk dan Mobil PT Dilarang Lewat di Tanah Milik H. Azwin Azis SH MH dan Selamat Alun” ini telah berlangsung hampir selama 2 bulan kebelakang, dan hingga saat ini masih berlangsung, Sabtu (15/07/23).

Yang mana, pemortalan jalan yang hanya bisa dilalui oleh sepeda motor tersebut diduga sengaja dilakukan oleh warga yang merasa masih sebagai pemilik tanah diatas.

Parahnya, selain di RT 03, pemortalan juga terjadi di jalan wilayah warga RT 05 dan RT 06 Dusun II Kibang, Desa Terusan.

Namun, pemortalan jalan Desa di wilayah kedua RT ini meski memiliki tulisan yang sama melarang truk dan mobil PT lewat, namun bisa dilalui oleh kendaraan mobil pribadi maupun mobil pick up (selain truk, red). Yang mana, tanah ini berbeda pemiliknya, bertuliskan tanah hak milik bapak Soniman.

Di portalnya jalan akses keluar masuk bagi warga masyarakat Dusun Kibang Desa Terusan tersebut, menjadi dampak serius bagi sebagian aktivitas warga setempat, khususnya bagi warga yang sedang dalam proses membangun maupun bagi yang merehab rumah mereka.

Mereka (warga, red) mengeluh lantaran merasa kesulitan untuk mendatangkan mobil truk pengangkut bahan material bangunan yang sedang mereka butuhkan.

“Sudah hampir 2 bulan ini, sejak jalan itu di portal kerjaan kami jadi terbengkalai, tukang kami pun ikut nganggur karena tidak ada bahan material yang bisa kami datangkan untuk melanjutkan bangunan kami, sampai kapan kami harus menunggu ,”ujar Ujang (45), salah seorang warga setempat yang sedang dalam proses membangun rumahnya.

Ujang pun mengungkapkan, sejak terhambatnya proses pembangunan rumahnya yang seharusnya sudah lama selesai dalam beberapa Minggu lalu, selain telah berdampak menjadikan dirinya nganggur, ia juga merasa telah kehilangan rezeki pendapatan yang juga berprofesi sebagai tukang bangunan.

“Seharusnya setelah rumah saya ini selesai, kami telah bekerja membangun rumah saudara saya yang rencananya bakal di bangun di ujung jalan rumah saya ini. Tapi nyatanya sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa. Jika dari awal kami tahu jalan itu bakal di portal, pastinya kami tidak akan mau membeli tanah kavling disini ,”ucapnya, seraya berharap agar permasalahan pemortalan jalan bisa segera berakhir.

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga lainnya yang juga sedang membutuhkan material bahan bangunan, lantaran sedang dalam proses merehab rumah.

Pria berumur sekitar 30 tahun lebih yang minta namanya tidak disebut ini, mengungkapkan jika telah berbulan-bulan menanti kedatangan bahan material bangunan yang ia pesan untuk merehab rumahnya tak kunjung datang, lantaran mobil truk pengangkut material tidak bisa melewati jalan yang sedang di portal.

“Saya tinggal disini sudah hampir 7 tahunan, baru kali ini ada pemortalan jalan seperti ini yang membuat pekerjaan kami jadi terhambat. Tapi mau bagaimana lagi, kami cuma berharap agar portal jalan itu bisa segera di buka. Sehingga kami sebagai warga disini bisa melanjutkan pekerjaan kami yang terbengkalai ini karena kurang bahan material bangunan ,”urainya.

Namun, sambung dia, jika kami harus membeli bahan material bangunan dengan mobil pick up pasti harganya berbeda, selain lebih mahal diluar jangkauan kami, kami juga harus mengeluarkan biaya berlipat lantaran pasti harus berulang kali mengangkut bahan material bangunan itu ,”tandas warga tersebut.

Terpisah, dalam penelusuran wartawan portal berita media ini juga berhasil mendapati narasumber berbeda, yang mengaku mengetahui sejarah awal mula asal muasal adanya jalan yang sedang di portal oleh 3 orang warga diatas.

Pria warga setempat yang sepertinya merupakan salah satu tokoh masyarakat ini bersedia memberikan penjelasan, dengan syarat agar namanya juga tidak disebut lantaran dirinya enggan dituduh adanya keperpihakan kepada salah satu pihak yang menyebabkan jalan tersebut di portal.

“Setahu saya jalan itu telah dihibahkan untuk dijadikan jalan umum, hal itu terjadi pada saat di Dusun Kibang ini dibuka lahan perumahan dan tanah kavling oleh seorang developer pada tahun 2010 lalu ,”kata warga tersebut.

“Tanah jalan itu dihibahkan kepada pihak Desa, ditanda tangani oleh masing-masing pemiliknya beserta saksi ketua RT dan Kadus juga Kepala Desa Terusan kala itu. Tapi entah kenapa sekarang tiba-tiba malah di pasang portal, kesannya kini seolah-olah itu bukan jalan umum lagi ,”terangnya.

Diungkapkan warga tersebut, adanya developer pengelola perumahan dan lahan tanah kavling yang masuk ke wilayah tersebut, menjadikan Dusun Kibang Desa Terusan mulai berangsur ramai penduduk. Sehingga, sebagian lahan yang sebelumnya masih hutan perkebunan dan sepi telah disulap menjadi sebuah perkampungan yang mulai ramai penduduk.

“Coba dibayangkan, jika lahan puluhan hektar disini tidak dibeli dan dikelola oleh pihak developer perumahan dan tanah kavlingan itu, pasti sampai sekarang masih sepi penduduk, mungkin enggak ada yang mau lewat lalu lalang ramai seperti sekarang ,”ucapnya.

“Belum lagi ditambah telah berdirinya perusahaan PLTU disini, yang efek dan manfaatnya sangat besar dirasakan oleh warga. Sebab, selain telah mengurangi angka pengangguran muda-mudi di Desa ini, juga banyaknya bantuan-bantuan sosial yang telah diberikan kepada warga ,”urainya.

“Seperti, contoh kecilnya beberapa bantuan air bersih berupa sumur bor yang dibangun di rumah-rumah warga, dan bantuan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Apakah itu tidak bisa dijadikan sebagai bahan untuk mensyukuri sebagai tanda kemajuan Desa ini ,”tandasnya. (****)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *