Tanjung Agung Muara Enim,SKI – SDN 12 Tanjung Agung patut diacungkan jempol. Sekolah yang terletak di Desa penyandingan,Kecamatan Tanjung Agung tersebut sudah pernah meraih penilaian predikat sekolah Adiwiyata (berwawasan lingkungan) Tingkat Nasional.
“Kini Sekolah SDN 12 Tanjung Agung berkesempatan mengikuti penilaian sekolah menuju Adiwiyata Mandiri Nasional, untuk menuju tahap sekolah mandiri,” ujar Kepala SDN 12 Tanjung Agung Candra Indrayati SPd. Kamis (12/6)
Candra Indrayati pun menambahkan sebelumnya sekolah SDN 12 Tanjung Agung ini telah meraih peringkat Adiwiyata tingkat Kabupaten (2016), tingkat provinsi (2017), dan nasional (2022).
Namun Bedanya, kalau sekolah Adiwiyata Nasional masih dibimbing, agar dapat ikut sekolah menuju Adiwiyata Mandiri Nasional, pihak sekolah tersebut sudah dapat memiliki kemandirian.
Sekolah Adiwiyata ini Kalau kita kerjakan sesungguhnya tanpa biaya dari barang bekas bisa menjadi barang antik, dari pepohonan bisa menjadi uang contoh dari pembibitan tanaman, dari plastik bisa menjadi tempat tisu, taplak meja, hiasan mempercantik ruang kelas.
” Yang terutama sekolah itu hijau rindang sehingga anak anak dapat belajar dengan aman, tentram dan damai seolah olah sekolah tersebut menjadi sekolah kedua bagi mereka”, ucapnya.
Terutama masalah sampah SDN 12 Tanjung Agung ini anak anak sudah diterapkan untuk mencintai lingkungan, tidak lagi di suruh untuk mengambil sampah tentu mandiri kesadaran anak anak tersebut membuang sampah pada tempatnya.
Untuk guru guru SDN 12 Tanjung Agung dengan adanya sekolah Adiwiyata ini untuk memacu kegiatan di kelas lebih baik lagi, karena kurikulum merdeka mengikuti dari Adiwiyata itu sendiri baik dari lingkungan maupun P5 ( Projek penguatan profil pelajar Pancasila).
Dengan harapan kami selaku kepala sekolah SDN 12 Tanjung Agung Candra Indrayati SPd, karena kami tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Nasional Sudah berjalan dengan baik terutama dan berdampak baik untuk lingkungan masyarakat sekitar maupun lingkungan sekolah sekolah lain.
Saya pun selalu pembinaan kecamatan Tanjung Agung sudah menular ke SD yang lainnya.
“Teman-teman Sekolah Dasar lainnya sebelum sekolah mandiri semoga dapat juga meneruskan ke mandiri”, harapnya.
Tanpa ada guru guru dan siswa siswi SDN 12 Tanjung Agung, mungkin ibu tiada daya, Karena mereka sekolah kita bisa sampai menuju sekolah mandiri.
Di samping itu selaku panitia Ketua panitia tingkat nasional dan Mandiri Tri Angrayani S Pd didampingi Ketua panitia Adiwiyata tingkat dari Kabupaten dan Provinsi Surmarni SPd SDN 12 Tanjung Agung mengatakan, pihak dinas lingkungan provinsi menilai mulai melihat kondisi sekolah melihat gerbang sekolah, halaman sekolah, kantor sekolah, uks , perpustakaan, ruang kelas, wc, mushola. “
“Yang terutama di nilai tentang kebiasaan bagi mana guru melatih karakter siswa untuk kebiasaan setiap hari dalam lingkungan sekolah ini. Seperti kebersihan lingkungan, merawat tanaman, penghematan energi, pengelolaan sampah tersebut di kelola bisa menjadi pupuk organik, dapat menciptakan hasil karya dari sampah plastik menjadi hasil karya, inovasi
” Serta menjadikan barang berharga hingga sehingga menjadi harga jual beli yang bermanfaat buat mereka. Setelah keluar nanti mereka bisa dapat membuka lapangan pekerjaan”, katanya.
Sampah tersebut kita dapat dari lingkungan sekolah ini sendiri seperti sampah dedaunan, kayu, dan plastik. Setelah terkumpul kita buat kelompok untuk menghasilkan karya inovasi seperti tempat, tisu, tapak meja, miniatur untuk pajangan sekolah, pupuk dan lainnya.
Kita berikan praktek kepada anak anak setelah mereka sudah dapat mengerti lalu mereka mempraktekannya.
Sekolah juga memiliki tanggung jawab membudayakan hal positif di lingkungan sekolah. Artinya baik guru dan murid tidak harus diminta berprilaku sesuai standar yang ada pada sekolah adiwiyata.
Selain itu, imbas menuju sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional, lanjutnya, ada tanggungjawab yang dipikul pihak sekolah.
Apa itu ? Ada tanggungjawab moral mengajak atau mendorong sekolah lain untuk bisa mencapai predikat adiwiyata. Paling tidak di tingkat kabupaten. Jadi ada imbas positif kepada sekolah lainnya supaya dapat juga menjadi sekolah adiwiyata.
“Sudah ada 3 sekolah yang ditunjuk DLH dengan melalui SK Bupati OKU untuk raihan Adiwiyata peringkat Kabupaten yakni, SDN 15 OKU, SD Xaverius OKU, dan SDN 24 OKU. Jadi melalui SK Bupati OKU juga menunjuk SDN 11 untuk memberikan sosialisasi ke sekolah sekolah tersebut.
“Dikatakan Maryani, sekolah bersih dan sehat akan membuat siswa nyaman untuk belajar. Sehingga anak anak diharapkan bisa meraih prestasi. “Di sekolah tidak ada yang terbuang percuma. Limbah bisa dimanfaatkan. Mulai dari mengolah limbah plastik, kertas, dan lainnya bisa dibikin menjadi berbagai jenis kerajinan. Hasil karya anak dipajang di dalam kelas dan sekitar lingkungan sekolah,” ujarnya.(Editor Dharmawan SE/Pers Kelpin/Tim)
![]()











