Mutu Proyek Jalan Lintas Parit 2 Diragukan, Hamparan Dasar Dinilai Tak Merata

Kuala Tungkal, Suarakeadilanindonesia.id – Proyek pembangunan dan peningkatan Jalan Lintas Parit 2 RT 10, Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), mulai menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari anggaran Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat Tahun 2025 tersebut hingga kini masih dalam tahap pengerjaan awal.


Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi proyek yang berada tepat di samping GOR Pembengis saat ini masih berada pada proses penyiapan lapisan dasar jalan. Lapisan tersebut dihampar menggunakan material campuran berupa beskos, batu split, dan abu batu.


Namun, dari hasil pengamatan langsung, kualitas hamparan lapisan dasar tersebut menimbulkan tanda tanya. Ketebalan lapisan terlihat tidak merata di sejumlah titik, sementara tingkat kepadatannya dinilai kurang optimal. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan mutu konstruksi jalan yang dikerjakan, terutama jika tidak segera dilakukan perbaikan sejak tahap awal.


Minimnya pengawasan juga menjadi perhatian. Saat dilakukan pemantauan, tidak terlihat keberadaan konsultan pengawas di lokasi proyek. Di lapangan hanya tampak para pekerja yang tengah melakukan aktivitas konstruksi tanpa pendampingan pengawasan teknis yang memadai.


Upaya untuk meminta tanggapan dari warga sekitar maupun Ketua RT setempat belum membuahkan hasil. Hal ini disebabkan lokasi proyek yang cukup jauh dari permukiman warga serta akses yang terbatas, sehingga sulit menjangkau masyarakat secara langsung.


Sorotan lain datang dari aspek transparansi. Papan proyek yang terpasang di lokasi tidak mencantumkan nilai anggaran yang digunakan. Selain itu, informasi mengenai target waktu penyelesaian pekerjaan juga tidak tertera secara jelas. Kondisi ini membuat publik kesulitan mengetahui besaran dana yang dialokasikan serta jadwal penyelesaian proyek tersebut.


Masyarakat berharap pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun instansi pengawas, dapat lebih terbuka dan meningkatkan pengawasan agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis. Mengingat proyek ini menggunakan anggaran publik, kualitas dan transparansi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
(Tim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *