Kuala Tungkal, Suarakeadilanindonesia.id – Proyek peningkatan jalan yang menghubungkan Desa Kuala Kahar menuju Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat,l (Tanjab Barat), menjadi sorotan publik. Meski dianggarkan hingga puluhan miliar rupiah melalui APBD Tanjab Barat Tahun Anggaran 2025, kondisi jalan tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan meski hingga kini masih dalam tahap pengerjaan. Jumat (26/12/2025).
Pantauan tim media di lapangan menunjukkan kondisi proyek terkesan memprihatinkan. Di penghujung tahun anggaran, ruas jalan yang masuk kategori mega proyek tersebut tampak rusak dan berlubang di sejumlah titik, sementara aktivitas pekerjaan masih berlangsung.
Selain kerusakan fisik jalan, di sepanjang lokasi proyek terlihat tumpukan material berupa batu serta sejumlah alat berat yang terparkir di badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu akses warga, namun juga memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas dan perencanaan pekerjaan.
Menurut keterangan warga setempat, pekerjaan yang tengah berlangsung saat ini merupakan penimbunan ulang. Pasalnya, timbunan sebelumnya disebut sudah mengalami kerusakan.
“Itu penimbunan ulang, Pak. Sebelumnya sudah ditimbun batu, mungkin karena banyak yang rusak, jadi ditimbun lagi,” ujar seorang warga kepada media.
Hal tersebut turut dibenarkan oleh Kepala Desa Kuala Kahar, Sundari. Ia menyampaikan bahwa material yang berjejer di sepanjang jalan lintas antar desa tersebut memang disiapkan untuk melakukan penimbunan ulang pada proyek yang sama.
“Informasinya seperti itu, Pak. Ditimbun ulang karena timbunan sebelumnya banyak yang rusak,” jelas Sundari saat ditemui media, Kamis (25/12/2025).
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait efektivitas penggunaan anggaran daerah yang nilainya tidak sedikit. Warga berharap proyek yang menyedot dana besar tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi agar dapat bertahan lama dan memberi manfaat maksimal.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum berhasil dimintai keterangan terkait proyek yang rusak meski belum rampung tersebut. Hal serupa juga terjadi pada konsultan pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang belum memberikan klarifikasi resmi. (Andi/Tim)
![]()











