Kuala Tungkal, Suarakeadilanindonesia.id – Dugaan praktik penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mencuat. Kali ini, ulah nakal pengelola Pertashop yang berlokasi di Desa Adi Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, berhasil terendus. Ironisnya, BBM yang siang hari masuk dari Pertamina, justru diduga kembali dilansir pada malam hari menggunakan mobil jenis PS ke luar wilayah desa.
Pantauan media di lokasi pada Selasa malam (20/1/2026) menunjukkan adanya aktivitas tidak lazim di Pertashop Desa Adi Jaya. Terlihat puluhan galon diisi BBM dari dispenser Pertashop, kemudian dimuat ke dalam mobil PS yang diperkirakan mampu mengangkut ribuan liter BBM.
BBM jenis Pertamax tersebut selanjutnya dibawa keluar Desa Adi Jaya menuju arah Kecamatan Tebing Tinggi. Aktivitas ini sontak memicu kecurigaan warga, mengingat ketersediaan BBM di Pertashop tersebut kerap dikeluhkan cepat habis.
Pertashop yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adi Jaya itu kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, selain pasokan BBM dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan warga sekitar, beredar pula dugaan penjualan BBM kepada pelangsir dari luar wilayah desa.
Tak hanya itu, warga juga menyoroti dugaan ketidaktransparanan pengelolaan BUMDes dalam menjalankan usaha Pertashop yang telah beroperasi lebih dari tiga tahun.
“Pertashop ini usaha BUMDes, artinya dananya bersumber dari dana desa. Seharusnya tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar salah seorang warga kepada media.
Warga tersebut juga mengaku selama Pertashop beroperasi, masyarakat tidak pernah mendapatkan penjelasan terkait besaran keuntungan yang diperoleh desa dari usaha tersebut.
“Setiap tahun setahu kami selalu disupport dana desa. Jadi ke mana keuntungan dari Pertashop ini? Seharusnya dijelaskan karena ini uang negara,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat mulai menyadari adanya kejanggalan lantaran BBM yang baru datang kerap cepat habis. Hal ini memicu dugaan kuat adanya penjualan BBM dalam jumlah besar ke pihak luar.
“Kami tidak setuju. Kebutuhan masyarakat sini saja belum terpenuhi, kenapa harus dijual ke luar desa. Kami minta pihak terkait menindak tegas,” katanya.
Sementara itu, pihak BUMDes Adi Jaya selaku pengelola Pertashop saat dikonfirmasi melalui Ade Oman mengakui bahwa pihaknya memang melayani penjualan BBM menggunakan galon, namun diklaim hanya untuk masyarakat Desa Adi Jaya dan desa sekitar.
“Kami akui selain melayani kendaraan, kami juga melayani masyarakat yang membawa galon. Itu hanya untuk masyarakat Desa Adi Jaya, SP 3, dan SP 5,” ujar Ade Oman, Kamis (22/1/2026).
Namun, saat ditunjukkan bukti adanya aktivitas pengisian BBM dalam jumlah besar yang diangkut menggunakan mobil PS ke luar desa, Ade Oman mengaku tidak mengetahui hal tersebut.
“Kalau yang ini saya tidak tahu dan tidak ada pemberitahuan ke saya terkait BBM yang diangkut keluar desa,” kilahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa selain dirinya sebagai petugas lapangan, pihak yang paling mengetahui aktivitas penjualan BBM adalah Ketua BUMDes.
“Saya tidak setiap saat di lokasi. Kalau soal penjualan BBM, tentunya Ketua BUMDes yang lebih tahu,” bebernya.
Terkait besaran keuntungan Pertashop, Ade Oman juga mengaku tidak mengetahui secara pasti dan menyebutkan bahwa hasil usaha tersebut langsung masuk ke Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Kurang tahu berapa keuntungannya, karena itu langsung masuk ke PAD Desa,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua BUMDes Desa Adi Jaya, Margono, belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi juga belum membuahkan hasil terhadap Kepala Desa Adi Jaya, Sunyata, selaku penanggung jawab penggunaan dan pengelolaan dana desa.
Masyarakat berharap pemerintah melalui dinas terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta Inspektorat Daerah, segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan pengelolaan dana desa dan BUMDes berjalan sesuai aturan serta tidak merugikan keuangan negara. (Andi/Tim)
![]()











