Kuala Tungkal, Suarakeadilanindonesia.id – Kerusakan plafon di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispapora) Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan serta alasan yang disampaikan pihak rekanan terkait penyebab kerusakan tersebut.
Pantauan langsung di lokasi memperlihatkan bagian plafon berbahan PVC tampak terbuka dan mengalami kerusakan. Ironisnya, rehabilitasi dan pemeliharaan gedung tersebut diduga baru rampung pada tahun anggaran 2024 melalui program pemeliharaan rehab gedung kantor dengan nilai sekitar Rp200 juta.
Di tengah polemik, warga setempat turut angkat bicara. Salah satu warga Sungai Nibung, Rifai (43), mengaku heran dengan alasan pihak rekanan yang menyebut kerusakan tersebut akibat angin puting beliung tahun 2023.
“Kalau dibilang rusak karena angin topan 2023, kami di sini tahu betul rumah siapa saja yang kena. Setahu saya, kantor Dispapora tidak masuk dalam data rumah terdampak,” ujarnya.
Warga lain, Siti Marlina (38), juga menyampaikan kejanggalan serupa. Menurutnya, kerusakan akibat angin puting beliung pada 2023 hanya terjadi di beberapa titik perumahan warga, bukan pada bangunan kantor pemerintah.
“Waktu itu yang rusak rumah-rumah warga di RT 01, RT 12, dan sebagian RT 13. Kantor Dispapora tidak pernah kami dengar kena dampaknya,” ucapnya.
Sebelumnya, pihak rekanan berinisial AB mengklaim kerusakan plafon disebabkan oleh angin topan 2023. Ia menyampaikan hal itu melalui pesan singkat:
“Alam tuh, kan ada angin topan yang banyak merobohkan rumah di sepanjang Paret Gompong. Kami juga terdampak dan itu pekerjaan tahun 2023. Masa pemeliharaan sudah habis. Tapi kita usahakan diperbaiki,” ujarnya.
Namun, data resmi terkait jumlah rumah warga yang terdampak angin puting beliung tahun 2023 justru memunculkan keraguan terhadap klaim tersebut.
- RT 01, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir:
6 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, 8 rumah rusak ringan. - RT 12, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir:
4 rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan. - RT 13, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir:
Beberapa rumah terdampak dengan tingkat kerusakan beragam.
Warga menilai, tidak ada informasi yang menunjukkan kerusakan pada bangunan kantor pemerintahan, termasuk Dispapora, akibat angin topan tersebut.
Persoalan ini kini memantik semangat kalangan media untuk menelusuri lebih jauh penyebab pasti kerusakan serta memastikan kesesuaian pelaksanaan proyek dengan anggaran yang telah dialokasikan pada APBD 2024.
Warga berharap ada transparansi dari pihak terkait, terutama mengingat anggaran pemeliharaan yang terbilang besar dan seharusnya dapat menjamin kualitas bangunan.
Kasus ini diperkirakan akan terus berkembang seiring langkah investigasi yang dilakukan berbagai pihak. (tim)
![]()











