Kuala Tungkal, Suarakeadilanindonesia.id – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. Muh. Sjafril Simamora, S.H., melaksanakan Masa Reses II Tahun Sidang 2025–2026 dengan mengedepankan dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Kegiatan reses yang berlangsung pada 3 hingga 8 Februari 2026 tersebut digelar di RT 09 Jalan Sejahtera II, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir. Reses dihadiri masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Tungkal Ilir, Bram Itam, dan Seberang Kota.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan reses kali ini dilakukan secara lebih sederhana sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran. Tidak terdapat kegiatan pembangunan fisik maupun penyaluran dana hibah dalam agenda reses. Namun demikian, hal tersebut tidak mengurangi esensi utama reses sebagai sarana komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing, mulai dari pelayanan publik, kebutuhan infrastruktur lingkungan, hingga berbagai harapan terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sjafril Simamora menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, mendengar langsung aspirasi warga merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD.
“Meski anggaran terbatas dan kegiatan tidak melibatkan pembangunan maupun hibah, reses tetap menjadi wadah penting bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat, pelajari, dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai masukan yang diterima selama reses akan menjadi bahan penting dalam pembahasan kebijakan daerah, terutama dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Sjafril, komunikasi yang terjalin secara langsung dengan masyarakat sangat diperlukan agar DPRD dapat memahami kondisi riil yang terjadi di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berdasarkan data administratif, tetapi juga berdasarkan kebutuhan nyata warga.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban. Masyarakat menyampaikan apresiasi karena meskipun tidak ada program fisik yang dibawa dalam reses kali ini, wakil rakyat tetap hadir untuk mendengarkan dan menampung aspirasi mereka. (yan)
![]()











