Terkait Polemik Jembatan Sungai Tiram, PT Sumber Waras Karya Pratama Tegaskan Niat Bantu Kemudahan Warga

Kuala Tungkal, Suarakeadilanindonesia.id – Di tengah polemik dugaan pembangunan tanpa izin di Sungai Tiram, pihak perusahaan akhirnya angkat bicara. PT Sumber Waras Karya Pratama memberikan klarifikasi bahwa rencana pembangunan jembatan penyeberangan baru murni bertujuan membantu masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jembatan lama yang kian memprihatinkan.
Perwakilan PT. SUMBER WARAS KARYA PRATAMA menjelaskan bahwa jembatan lama yang berada di RT 11, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, sudah mengalami kerusakan akibat faktor usia serta paparan cuaca hujan dan panas secara terus-menerus yang menyebabkan keroposan dan korosi pada struktur besinya.
“Jembatan lama ini sudah cukup lama digunakan. Pergantian cuaca ekstrem membuat banyak bagian keropos dan berkarat. Ini tentu membahayakan pengguna,” ujarnya.
Ia menegaskan, lokasi pembangunan jembatan baru direncanakan tepat di sebelah jembatan lama sebagai langkah antisipasi agar akses masyarakat tidak terganggu. Surat permohonan izin, menurutnya, telah disampaikan kepada Bupati Tanjung Jabung Barat dengan tembusan kepada Kepala Dinas PUPR, Camat Tungkal Ilir, serta Lurah Sungai Nibung.
Dukungan masyarakat pun disebut menguatkan rencana tersebut. Salah satu Ketua RT di lingkungan Sungai Tiram mengungkapkan bahwa empat RT di wilayah itu telah bermusyawarah dan sepakat mendukung pembangunan jembatan baru.
“Alhamdulillah warga sangat mendukung. Jembatan lama kondisinya mengkhawatirkan. Ada pengusaha dan sebagian warga yang bersedia membantu secara pribadi membangun jembatan baru. Menurut kami ini untuk kepentingan orang banyak, sekaligus meringankan beban pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa pihak perusahaan selama ini turut membantu perawatan jembatan lama, meski kerusakan tetap terjadi akibat faktor alam dan usia konstruksi.
Sementara itu, tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPMPTSP, Bidang Perizinan, serta Dinas PUPR telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui dinas terkait memutuskan akan menggelar pertemuan bersama pihak perusahaan guna membahas seluruh aspek teknis dan administratif pembangunan.
Menanggapi langkah tersebut, pihak perusahaan menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk mengikuti prosedur yang berlaku.
“Kami sangat menghargai kunjungan tim dinas. Mudah-mudahan persyaratan izin yang kami urus dapat segera direalisasikan. Kami siap melengkapi segala kekurangan sesuai aturan,” kata perwakilan perusahaan.
Ia menambahkan bahwa surat permohonan izin dan rekomendasi telah diajukan ke Dinas PUPR sejak 19 Agustus 2025, meskipun hingga kini belum memperoleh tanggapan resmi. Namun demikian, pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tetap berharap proses dapat berjalan sesuai mekanisme.
“Ini bukan semata untuk kepentingan perusahaan, tapi demi masyarakat umum agar aktivitas dan roda perekonomian tetap lancar. Kami punya inisiatif membantu pemerintah daerah dan warga,” tegasnya.
Sambil menunjukkan bukti dokumen pengajuan izin, pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf apabila proses ini menimbulkan kesibukan bagi instansi terkait. Mereka berharap adanya arahan dan petunjuk lebih lanjut agar seluruh persyaratan dapat segera dilengkapi dan pembangunan jembatan dapat terealisasi demi kepentingan bersama. (Andi/*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *