Kuala Tungkal, Suarakeadilanindonesia.id – Destinasi Wisata Danau Jabung yang berada di Desa Dasal, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang semula digadang-gadang sebagai salah satu ikon wisata baru daerah itu, justru dilaporkan terbengkalai sebelum sempat beroperasi secara optimal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengembangan kawasan wisata tersebut sebelumnya telah menggunakan dana publik yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Namun, kondisi terkini di lapangan memperlihatkan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, mulai dari bangunan yang tak terawat hingga sarana penunjang yang belum pernah dimanfaatkan secara maksimal.
Sejumlah warga menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai potensi wisata yang seharusnya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar justru terabaikan akibat perencanaan yang diduga kurang matang. Danau Jabung dinilai memiliki daya tarik alam yang cukup menjanjikan apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Sorotan juga ramai di media sosial. Warganet melontarkan berbagai kritik terhadap pengelolaan proyek wisata tersebut. Beberapa komentar bahkan menyinggung dugaan penyimpangan serta kualitas perencanaan yang dianggap tidak sesuai harapan. Meski demikian, seluruh tudingan yang beredar masih sebatas opini dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara faktual.
Pengamat kebijakan publik daerah menilai bahwa proyek berbasis dana rakyat semestinya dirancang dengan studi kelayakan yang komprehensif, termasuk analisis potensi pasar, keberlanjutan operasional, serta mekanisme pengawasan yang transparan. Tanpa perencanaan yang matang, proyek wisata berisiko menjadi beban anggaran alih-alih sumber pendapatan asli daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Disparpora Tanjung Jabung Barat terkait kondisi Wisata Danau Jabung maupun berbagai kritik yang berkembang di tengah masyarakat. Media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan resmi dan memastikan duduk perkara sebenarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terbuka serta langkah konkret untuk menyelamatkan aset wisata tersebut agar tidak semakin rusak dan merugikan kepentingan publik. (Andi/tim)
![]()











