
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan budaya literasi. Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., saat menerima audiensi Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi beserta jajaran di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/7).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa Provinsi Jambi dalam memperkuat program literasi, pembinaan kebahasaan, pelestarian bahasa daerah, serta peningkatan minat baca dan menulis di kalangan masyarakat.
Dalam audiensi yang berlangsung hangat itu, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat diimplementasikan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Mulai dari pelatihan literasi bagi masyarakat, pembinaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pemerintahan, hingga upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Wakil Bupati Katamso menegaskan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi telah berkembang menjadi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menghasilkan inovasi. Oleh sebab itu, pemerintah daerah memandang penguatan literasi sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas masyarakat.
Menurutnya, perubahan indikator penilaian literasi secara nasional menjadi tantangan tersendiri yang harus dijawab melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas literasi, dan Balai Bahasa.
“Kami berharap Balai Bahasa Provinsi Jambi dapat memberikan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat maupun tenaga pendidik sehingga kualitas literasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus meningkat dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujar Katamso.
Ia menambahkan, peningkatan budaya literasi harus dimulai sejak usia dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dengan budaya membaca dan menulis yang semakin kuat, diharapkan lahir generasi yang memiliki daya saing, kemampuan berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
Selain membahas literasi, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama. Menurutnya, keberadaan bahasa daerah memiliki nilai historis dan menjadi identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terhadap pengembangan literasi dan kebahasaan. Ia menyatakan kesiapan Balai Bahasa untuk mendukung berbagai program pemerintah daerah melalui pendampingan, pelatihan, edukasi, serta kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang melibatkan sekolah, guru, pelajar, maupun masyarakat umum.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem literasi yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang mampu memperkuat budaya literasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Melalui sinergi yang terbangun, pemerintah optimistis kualitas literasi masyarakat akan terus meningkat sehingga mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Irdi)
![]()










