Posyandu 6 SPM di Tungkal Ilir Diluncurkan, Pemkab Tanjab Barat Perkuat Layanan Dasar Terpadu

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperluas transformasi pelayanan dasar masyarakat melalui penguatan Posyandu. Kali ini, implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) resmi diluncurkan di Kecamatan Tungkal Ilir yang dipusatkan di Posyandu Bunga Tanjung, Asrama Kodim 0419/Tanjab, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Patunas, Senin (3/8).

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, terpadu dan mudah diakses masyarakat. Posyandu tidak lagi hanya diposisikan sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi dikembangkan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan dasar.

Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tanjung Jabung Barat sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Kehadiran keduanya menandai komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat implementasi Posyandu 6 SPM di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0419/Tanjab, jajaran kepala organisasi perangkat daerah, Camat Tungkal Ilir, para lurah se-Kecamatan Tungkal Ilir, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab, kader Posyandu, serta Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam sambutannya, Hj. Fadhilah Sadat mengatakan transformasi Posyandu merupakan bagian penting dalam mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan Posyandu harus mampu menjawab kebutuhan warga secara lebih luas, tidak terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Melalui Posyandu 6 SPM ini kami ingin memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih lengkap, berkualitas, dan merata. Posyandu harus mampu menjadi pusat pelayanan yang aktif serta memberikan manfaat nyata bagi setiap keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan fungsi Posyandu tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Kader Posyandu, pemerintah desa dan kelurahan, perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat harus memiliki pemahaman dan komitmen yang sama agar pelayanan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.

Sementara itu, Bupati Anwar Sadat menegaskan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk inovasi pemerintah daerah dalam mendekatkan berbagai pelayanan dasar kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh hanya terpusat di kantor-kantor pemerintahan, tetapi harus hadir hingga ke lingkungan tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar Posyandu benar-benar mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh dan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Anwar Sadat.

Enam bidang pelayanan yang diintegrasikan melalui Posyandu 6 SPM tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.

Dengan integrasi tersebut, Posyandu diharapkan dapat menjadi pintu masuk masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi maupun layanan dasar. Pemerintah daerah juga mendorong agar keberadaan Posyandu dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendeteksi berbagai persoalan masyarakat sekaligus mempercepat penanganannya melalui koordinasi lintas sektor.

Bupati menilai keberhasilan Posyandu 6 SPM tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif kader dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah pengampu pelayanan dasar untuk terus membangun koordinasi dan memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya.

Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kader diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan rutin, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pelayanan dasar.

Penguatan Posyandu juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pelayanan kesehatan yang lebih baik, akses pendidikan, pemenuhan kebutuhan sosial, ketersediaan infrastruktur dasar, serta terciptanya lingkungan yang aman dan tertib merupakan bagian yang saling berkaitan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan berbagai pelayanan yang tersedia melalui Posyandu. Menurutnya, semakin aktif masyarakat terlibat, semakin besar pula manfaat transformasi Posyandu yang dapat dirasakan oleh keluarga di tingkat lingkungan.

Peluncuran Posyandu 6 SPM di Kecamatan Tungkal Ilir ini sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pelayanan pemerintah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada lanjut usia serta bantuan susu bagi ibu hamil dan balita. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten bersama Bupati Tanjung Jabung Barat.

Bupati Anwar Sadat bersama Hj. Fadhilah Sadat selanjutnya meninjau langsung sejumlah pelayanan Posyandu serta bazar yang digelar dalam rangka peluncuran Posyandu 6 SPM Kecamatan Tungkal Ilir. Peninjauan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan kader dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Dengan hadirnya Posyandu 6 SPM di Tungkal Ilir, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap transformasi pelayanan dasar dapat terus diperluas ke seluruh wilayah. Pemerintah daerah menargetkan Posyandu mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang aktif, terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan warga, sekaligus menjadi salah satu penggerak peningkatan kualitas hidup masyarakat di tingkat paling dekat dengan keluarga.(irdi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *