Bazar Ekraf Jadi Ruang Edukasi, Dinas Perpustakaan Tanjab Barat Kenalkan Layanan Literasi dan Digitalisasi Arsip

TANJAB BARAT – Pameran Bazar Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam rangka Pencanangan Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi produk dan kreativitas masyarakat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk mendekatkan layanan literasi dan kearsipan kepada masyarakat.

Melalui stand pelayanan yang dibuka selama pelaksanaan bazar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghadirkan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pengunjung. Mulai dari membaca buku di tempat, pendaftaran anggota perpustakaan secara gratis, hingga layanan alih media atau digitalisasi arsip keluarga.

Kehadiran stand tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan publik dengan membawa layanan perpustakaan dan kearsipan lebih dekat ke tengah masyarakat. Pengunjung tidak perlu datang secara khusus ke kantor untuk sekadar mengenal layanan yang tersedia, karena berbagai informasi dan pelayanan dapat diperoleh langsung di lokasi pameran.

Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah digitalisasi arsip keluarga. Melalui layanan ini, masyarakat dapat membawa dokumen keluarga yang dianggap penting untuk dialihmediakan ke dalam bentuk digital sehingga memiliki salinan yang lebih mudah disimpan dan diakses.

Dokumen keluarga seperti arsip administrasi maupun dokumen penting lainnya memiliki nilai yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rekam perjalanan sebuah keluarga. Karena itu, penyelamatan arsip sejak dini dinilai penting untuk mengantisipasi kerusakan, kehilangan maupun berbagai risiko yang dapat terjadi terhadap dokumen fisik.

Dengan proses digitalisasi, masyarakat memiliki salinan dokumen dalam format elektronik yang dapat disimpan secara lebih praktis. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan arsip keluarga di tengah perkembangan teknologi.

Selain layanan kearsipan, stand Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga menyediakan fasilitas membaca di tempat. Pengunjung dapat memanfaatkan koleksi bacaan yang disiapkan sekaligus mendapatkan informasi mengenai berbagai layanan perpustakaan yang tersedia.

Masyarakat yang belum terdaftar sebagai anggota perpustakaan juga diberikan kesempatan untuk melakukan pendaftaran secara gratis. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jumlah anggota perpustakaan sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan aktivitas membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Untuk menarik minat masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan turut menyiapkan doorprize bagi pengunjung. Hadiah diberikan kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam layanan yang tersedia, termasuk pendaftaran sebagai anggota perpustakaan maupun pemanfaatan layanan digitalisasi arsip keluarga.

Program tersebut menjadi salah satu cara untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih interaktif. Pengunjung tidak hanya datang melihat-lihat stand, tetapi juga terdorong untuk mencoba langsung berbagai layanan yang disediakan.

Pada malam pembukaan pameran, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Bunda Literasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hj. Fadhilah Sadat, S.H., turut mengunjungi stand Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Bupati dan Bunda Literasi melihat secara langsung aktivitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Keduanya juga berinteraksi dengan petugas serta melihat fasilitas yang disiapkan untuk mendukung kegiatan literasi dan penyelamatan arsip keluarga.

Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terhadap penguatan budaya literasi dan kearsipan. Menurut pemerintah daerah, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Begitu pula dengan kearsipan. Kesadaran masyarakat untuk menyimpan dan merawat dokumen penting perlu terus ditingkatkan agar informasi yang terkandung dalam arsip keluarga tidak hilang begitu saja akibat kerusakan atau kelalaian dalam penyimpanan.

Bupati Anwar Sadat mengapresiasi langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menghadirkan layanan langsung dalam kegiatan masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

Kehadiran layanan digitalisasi arsip keluarga juga dinilai menjadi bentuk pelayanan yang relevan dengan perkembangan zaman. Masyarakat semakin membutuhkan cara penyimpanan dokumen yang praktis, aman dan mudah diakses, sehingga transformasi digital dalam pengelolaan arsip menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

Di sisi lain, kegiatan pameran juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan keberadaan perpustakaan sebagai ruang belajar masyarakat. Penguatan budaya membaca diharapkan tidak hanya berlangsung melalui program formal, tetapi juga melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Momentum Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan dinilai tepat untuk memperkenalkan layanan tersebut karena kegiatan pameran mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai latar belakang. Dengan demikian, informasi mengenai layanan perpustakaan dan kearsipan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap keikutsertaan dalam Bazar Ekraf dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi sekaligus mendorong lebih banyak warga memanfaatkan layanan kearsipan.

Tidak hanya memperkenalkan buku dan aktivitas membaca, masyarakat juga diajak memahami bahwa arsip keluarga merupakan dokumen penting yang perlu dijaga keberadaannya. Melalui digitalisasi, masyarakat dapat memiliki salinan dokumen sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Ke depan, penguatan layanan perpustakaan dan kearsipan diharapkan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pelayanan yang mudah, gratis, dekat dan berbasis teknologi menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.

Partisipasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam Bazar Ekraf akhirnya bukan sekadar kehadiran sebuah stand di tengah pameran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus upaya membangun kesadaran bahwa budaya membaca dan pengelolaan arsip merupakan bagian penting dalam membentuk masyarakat yang berpengetahuan dan tertib administrasi. (irdi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *